BANK beri duit, TV buat tabungan baru..

ketika itu perbincangan ini terjadi di ruang SDM,

“mbak-mas, mulai bulan depan semua pengiriman gaji melalui bank X ya..ini sesuai kebijakan perusahaan ..”

 

datang si karyawan satunya

”lho  mbak, bank sebelumnya gimana? Dilupakan ya, wah jadi dua tabungan dong…kog bisa dipindah”

 

Lalu datang karyawan lainnya sambil berbisik..

“wah mungkin bank pertama kurang gencar kasi duit ke tv kita, jadinya beralih ke bank X yang belakang gencar lho kasi duit ke TV kita…”

 

“ntar kalo bank x dah dak beri duit, beralih ke bank lain dung..wah mesti gencarn nih buat promo isinya seperti ini nih..“ayo beramai-rama, siapa yang gencar kasi duit ke tempat kita..semua karyawan akan buka rekening di bank anda…”

         

          sepertinya fenomena ini akan terjadi jika televisi tersebut kehilangan investor yang besar. Mereka akan mengikuti hukum pasar, sehingga pihak investorlah yang akan menentukan kebijakan mau bagaimana dan harus gimana. pihak sponsor akan meminta tayang dan promosi di sejumlah program lebih dari satu kali, bahkan mereka rela untuk promosi dalam sebuah dialog. Apa pentingnya dialog tersebut bagi masyarakat. Kepentingan tersebut hanyalah sebuah kepuasan tersendiri bagi pihak Bank dan televisinya, karena kedua-duanya saling menguntungkan. Bagi penonton, so what gitu lho…

          promo ini akan semakin merugikan rating dari dialog tersebut, selain dialognya yang bersifat komersil serta faktor kepentingan hanya kepada pihak bank dan instansi penyiaran.

          Mengapa mesti demikian? Ini semua dikarenakan belum maksimalnya sponsor besar untuk instansi televisi tersebut. Berapa besar sih jumlah nominal yang masuk ke media tersebut, sementara di daerah yang lingkupnya kecil hanya mampu memberikan sekian juta rupiah.

          Boleh mengikuti sponsor, tapi bukan berarti kita boleh mengikuti kebjakan dari sponsor. Ya mudah2an  tidak terjadi indikasi “BANK beri duit, TV buat tabungan baru.. siapa yang memberi gede, maka kita akan pindah ke lain hati…”  ya emang seperti ini jika instansi televisi lokal mencari aurat agar pihak sponsor mau memberikan dana sebesar-besarnya, “asal bapak senang dech”

One thought on “BANK beri duit, TV buat tabungan baru..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s