Idealis apa “idealis”

 

“aduh…liputannya ndak mutu amat sic, masa acara gituan diliput, ndak ada berita lain opo? Lagian acaranya lama banget, padahal mau ngejar tokoh penting…ndak sempat dech” tiba…tiba….sebuah amplop jatuh dari blocknotenya…”aduh amplopnya jatuh….”  lalu si kameraman bertanya “lho…beritanya ndak mutu, kog nrima amplop..ndak bagi-bagi lagi” dengan rasa malu si reporter tersenyum….”ya maaf”

 

cerita tentang reporter yang satu ini memang unik, dibilang idealis sih idealis…tapi kalau ketemu yang namanya “ampau”….apa masih idealis? Secara umum sih pintar, kalo ngomongin tentang liputan kasus tidak henti-hentinya. Bahkan dia mampu menghasilkan sebuah tulisan yang menggugah..grgeet….sangkin gregetnya dia mampu memberikan news value yang ok. Hampir setiap harinya dia mampu meberikan sumbangan berita yang “menarik”

          Tiba-tiba….

          Dia dihadapkan pada sebuah liputan yang jauh dari kontradfiktif dirinya, sesuatu yang tidak begitu menarik, tapi mengandung advetorial…wah kayaknya peluang yang besar  bagi diinya untuk “mengobjek” jarang-jarang diriku untuk “ngobjek” saat itu juga dia melakukan proses peliputan ke sebuah hotel, jangan kan acaranya yang seru, amplopnya juga seru tuch…

          Reporter yang satu ini mempunyai dua jiwa, pertama idealis kedua amploplis. Seorang reporter kadang tergoda jika dia disodori sebuah hadiah, dak peduli angkanya kecil atau besar, asal bapak senang saja, artinya saling memberi “Bapak memberi…saya akan beri”

          Contoh reporter seperti ini sering terjadi, apalagi jika ia ingin menutup keburukannya…di luar dia seakan idealis, namun di dalamnya justru bertentangan. Seorang jurnalis jangan memiliki dua jiwa…pasalnya dia akan dicemooh oleh timnya yang lain.

          Hilangnya keidealisan seorang reporter  ketika dia juga tidak membekali dirinya, misalnya.  Gaji. Tapi tergantung sih, kalau dia kerja dengan hati, maka berapapun bayarannya dia akan bekerja dengan tulus dan senang hati. Tapi perusahaan jangan jadi kurang ajar, kalau menggajinya hanya upah seorang buruh….

          Jangan menyuarakan sebuah idealis kalau kita tidak mengerti arti sebuah idealis…jangan bersikap idealis jika kita belum bebas dari “suap” namun ada kata orang, mendingan idealis dari pada sama sekali tidak idealis. Memang benar..keduanya serupa tapi tak sama.

          Idealis, lebih bersifat tertutup, sifat buruknya masih ditutupi dengan menyeimbangkan pola pemberitaan. Seperti memberi liputan yang memberikan news value yang tinggi. Si reporter masih menyadari, mana berita yang layak ditayangkan. Selain itu, si reporter  dalam mencari berita, awalnya memang untuk mencari berita dan bukan mencari sebuah amplop.

          Non idealis, nah ini lebih parah lagi…di samping beritanya yang advetorial, dia juga tidak mengerti mana berita yang layak dan tidak layak.. Yang penting dia membawa berita sesuai peraturan dari kantor. Manusia seperti ini biasanya melihat-lihat terlebih dahulu, mana liputan yang ada amplopnya. Selain itu beritanya tidak pernah menghasilkan berita yang hangat (stright news). Reporter seperti ini selalu saja diperkerjakan oleh perusahaan, ntah kenapa mereka dipertahankan…malu toh…perusahaan kog seperti itu.

          Reporter seperti ini sama seperti wartawan amplop lho…Cuma, wartawan amplop lebih kasihan, mereka tidak puny1a media, dan sering melakukan penipuan dan pemerasan. Koran yang selalu mereka bawa tuh, koran-koran terbitan sendiri yang sudah kadaluarsa….ha3 dasar.

          Institusi yang memiliki jurnalis seperti ini hendaknya mempertimbangkan untuk kedua kalinya memperkerjakannya, pasalnya akan memperburuk citra dari medianya, dan rekan-rekan lainnya hidup (amplop)….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s