Kontroversi “toko VIA minta tayang”

“wah…liputan kasus kog toko via minta tayang dua kali malam end pagi”…kog bisa?…habisnya gara-gara berita wawancara PKLnya tayang malam and ulang pagi juga…wah padahal kalau dimarketingin mereka dah bisa bayar 600ribu lho, khan sekali tayang 300ribu”

“emangnya tv kita ini tipi curhat…” ha..ha..ha. ya sudahlah ikuti aja apa kemauan mereka, yang penting mereka yang berdebat…sialan”

 

                waktu itu televisi tersebut menerima sebuah surat dari salah satu organisasi yang mengatasnamakan paguyuban PKL Jogja Ekspo Center. Isi surat terkait rencana penggusuran PKL tersebut oleh pemerintah kabupaten bantul, karena sebuah alasan tertentu termasuk ijin yang tidak dimiliki sejumlah PKL untuk mendirikan lapak di temat itu. Namun ada kabar lain bahwa, selain karena tidak ada ijin, muncul kontroversi antara para PKL dengan sebuah swalayan…konon katanya rencana penggusuran tersebut atas inisiatif toko tersebut, karena menghalangi pemandangan. Di sisi lain toko tersebut disebut-sebut tidak memiliki IMB…ya saling melempar sana sinilah, agar yang satunya tidak digusur..yang satunya lagi tokonya tidak mengganggu pemandangan.

                Kasus ini sudah lama “reda” dan jarang diangkat di sebuah media, mungkin karena lingkupnya kecil. Nah..karena tidak pernah ada penyelesaian, para pedagang melaporkan kasus tersebut kepada TV lokal ini, tujuannya agar mereka memperoleh keadilan dan didengarkan oleh pemerintah kabupaten melalui siaran di tv tersebut. Mau tidak mau…memang tv tersebut harus menerimanya, namanya juga melayani segala informasi dari masyarakat, urusan diliput atau tidak semua tergantung dari kebijakan medianya.

                Surat tersebut akhirnya diterima oleh redaksi untuk ditindaklanjuti lebih lanjut, bahkan para pedagang siap diwawancarai kapan saja mereka mau.  Memang kasus tersebut “kurang menarik” untuk dibahas, karena ada adu domba antara pemilik toko dengan para PKL.

                Karena beberapa lama surat itu tidak pernah digubris oleh media tersebut, maka para PKL kembali menghubungi koordinator liputan untuk mengetahui keputusan atas surat tersebut. Memang media ini kurang menanggap menarik kasus tersebut, ya karena tadi…”kurang menarik” namun karena para PKL terus mendesak… “ya terpaksa kita harus meladeni mereka…habisnya mereka nelpon-nelpon terus, khan bt ” ungkap sang korlip

                Besoknya kasus kontroversi PKL tersebutpun diliput oleh reporter. Yang pertama dituju adalah para PKL sesuai surat yang disampaikan beberapa hari lalu. Tanpa panjang lebar reporter langsung menulis semua laporan-laporan yang disampaikan koordinator PKL, yang intinya mereka tidak setuju digusur, dan menilai bahwa toko VIA bermain curang agar para pkl pergi dari tempat itu, apalagi toko via dinilai tidak memiliki Surat ijin mendirikan bangunan.

                Setelah si reporter menerima laporan tersebut…tidak panjang lebar naskahpun dibuat berdasarkan apa yang disampaikan oleh koordinasi PKL.

Next…

                Melihat berita tersebut menarik dan kontroversi, maka berita tersebut ditayangkan dua kali, berita pada malam hari dan pada pagi hari, dengan topik yang sama, hanya sistem “copy-paste..ha.ha.ha”

Esoknya…

            Pukul 10 pagi, redaksi menerima sebuah surat bantahan dari toko via yang menyakatkan, pihaknya ingin memberikan informasi sebenarnya (pembelaan) karena mereka merasa dirugikan akan keterangan dari pihak PKL. Pihak toko via merasa di diskreditkan, dan meminta kepada televisi tersebut untuk mewawancarai mereka.  

                Permintaan tersebutpun dikabulkan oleh redaksi tivi dengan mengirim  reporter yang sebelumnya mewawancarai para PKL besok harinya.

Esoknya lagi…

                Sesampainya di lapangan, reporter langsung ke toko via…dan di situ ternyata pihak toko via sudah menanti kedatangan pihak tv untuk memberikan penjelasan. Pihak toko merasa kecewa mengapa pihak PKL saja yang diwawancarai tanpa ada keterangan resmi dari pihak toko.

                Si reporterpun menjawab “justru itu kita datang kemari pak…untuk mengkonfirmasi tentang kebenaran berita tersebut..mengengai datang atau tidak itu merupakan wewenang dan tanggung jawab dari redaksi”

                Akhirnya pihak toko via memberikan jawaban atas keterangan pemberitaan sebelumnya. Dalam keterangannya pihak toko menjelaskan bahwa mereka sudah memiliki ijin dari pemerintah kota, selain itu mereka tidak mempunyai masalah dengan pihak PKL selama ini. Pihak toko hanya menjelaskan semuanya sudah sesuai prosedur.

                Mengenai kontroversi ini ada hubungannya dengan balas dendam dan rasa sakit hati, antara pihak PKL dengan pihak toko via, bisa jadi alasan penggusuran ini awal untuk mencari-cari kesalahan….bla…bla…bla.

                Sesudah wawancara tersebut e…pihak toko minta agar berita tersebut ditayangkan dua kali di berita malam dan berita pagi. Lho kog bisa pak?

                Pihak toko menjawab “kemarin tuh khan…pemberitaan PKL ditayang dua kali….” dasar emang bayaran, sampe minta-minta dua kali.    

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s