QUE VADIS TELEVISI LOKAL !

 

       Berkembangnya televisi lokal di Indonesia merupakan udara segar di dunia pertelevisian saat ini. Memang pertelevisian merupakan bisnis yang menjanjikan seiring perkembangan teknologi dan hiburan. Selain memberikan penampilan baru, televisi lokal mampu memberikan nuansa lokalitas yang lekat di masing-masing daerah, baik dari segi seni dan budaya, pendidikan bahkan politik. Meski angin segar ini belum begitu sepenuhnya diterima masyarakat, karena daya saing yang masih tinggi di tingkat nasional.

Kehadiran televisi lokal di Indonesia ibarat gunung es, dimana perkembangannnya serentar hadir di Indonesia, mulai dari sabang sampai merauke. Bahkan di daerahnya yang memiliki lingkup e6ykonomi yang kecil, mampu mendirikan televisi lokal lebih dari satu televisi. Yang menjadi pertanyaan apakah dengan tingkat ekonomi dan penduduk yang rendah, televisi lokal tersebut mampu bertahan.

Nasi telah menjadi bubur, televisi lokal telah hadir di lingkungan masyarakat,  merekalah kini yang menilai apakah dengan keberadaan televisi lokal ini dibarengi dengan kredibilitas dan profesionalitas yang memenuhi semua televisi?

Dari hasil pertemuan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi TeleVisi Lokal Indonesia di Education Support Office Indonesia Netherland, Agustus hingga September 2007, bahwa seluruh televisi lokal di Indonesia mengalami  permasalahan yang seragam dan menonjol diantaranya Sumber Daya manusia terkait dengan profesionalitas dan Manajemen sebuah televisi lokal.

Dalam pertemuan di Belanda merumuskan bahwa ketidakharmonisan antara manajerial dengan keredaksian membuat semuanya tidak terpenuhi. Mulai dari kesejahteraan, standar perusahaan dan kredibilitas institusi pertelevisian.

Hubungan  Sumber Daya Manusia dan Manajemen memang saling terkait dalam perkembangan televisi lokal di Indonesia. Dibandingan dengan sejumlah televisi lokal di dunia seperti Jepang, Australia, Indonesia salah satu yang paling rendah. Sumber daya manusia di televisi lokal ternyata sangat lemah, meski sebenarnya dapat dikembangkan untuk lebih profesional.

Banyak televisi lokal melupakan kredibitas ini, sehingga mereka yang menjalankan sebuah institusi televisi lokal hanya berjalan seiring dengan kemauan sendiri, tanpa konsep dan kriteria yang jelas. Mereka yang sebenarnya kurang memiliki kredibiltas dalam televisi direkrut untuk menjalankan sebuah program, bahkan sampai-sampai diposisikan di sebuah managerial penting keredaksian, belum lagi standar kelulusan yang tidak sesuai untuk posisi dalam bidang jurnalistik. Perusahaan belum mampu menentukan sebuah kriteria yang jelas, mana yang layak dan tidak layak.  

Struktur kerja atau jobs description di televisi lokal belum dijalankan secara maksimal, sehingga terjadi sebuah tumpang tindih dan perselisihan kebijakan antara redaksional dengan siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin. Ketidakjelasan inilah kadang-kadang membuat sebuah agenda setting tidak dapat dijalankan dengan baik, seakan berjalan sendiri-sendiri.

Ketidakjelasan ini terkait kurangnya kesadaran dari masing-masing lembaga  akan tugasnya serta kendornya pengawasan yang dilakukan oleh pihak manajemen. Hal inilah yang membuat belum ada televisi lokal yang mampu memiliki seritikasi ISO 9000:2001.  

Kurangnya keprofesionalitasan ini tidak seharusnya dilimpahkan ke karyawaan yang menjalankannya, semuanya berada di tingkat manajemen. Jika manajemen tidak mampu membimbing lembaga penyiaran, maka akan berimbas pada karyawan yang menjalankannya. Banyak televisi lokal di Indonesia kurang memberikan perhatian yang serius kepada karyawan terkait masalah rewards.    

Kurangnya pemahaman televisi lokal dalam bidang penyiaran membuat institusi tersebut sama halnya dengan sebuah video shooting: datang-ambil gambar-produksi, tayang. Tanpa melihat sebuah kualitas dan tata cara pengambilan gambar sesuai standar jurnalisitik, membuat kredibilitas produksinya menjadi lemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s