Analisis Hasil Siaran

Dimana-mana setiap televisi maupun radio menggunakan sistem evaluasi dari siarannya tersebut, sistem ini dilakukan untuk mengembangkan kinerja dari penyiar dalam membawakan sebuah acara dialog. Biasanya sistem evaluasi ini tidak melalui rapat redaksi, produser maupun si penyiar hanya melihat kinerja dari si penyiar selama menjalankan tugasnya. Kemudian hasil pengamatan tersebut akan didiskusikan kepada direktur perusahaan atau kepala siaran. Sebab yang memantau secara langsung kerja dari para penyiar ini adalah produser sendiri, meskipun hasil; evaluasi secara umum berada pada pihak Manajemen. 

Bagi kalangan penyiar televisi jarang memakan pola acara mingguan, bulanan dan tahunan. Karena siaran dialog yang mereka gunakan adalah sistem segera seperti pemberitaan, dan dialog reguler., dimana suatu topik tertentu ditentukan dalam sehari sebelum siaran dilaksanakan.

Mengambil waktu untuk menganalisis siaran anda adalah suatu hal yang paling utama, walau apapun yang telah banyak kamu peroleh meniti karir seorang penyiar.Ada beberapa langkah yang harus anda lakukan ketika akan melakukan analisis siaran kita: pertama perhatikan hasil siaran anda melalui video, kemudian tulislah kesan anda pertama terhadap hasil siaran yang telah anda bawakan. Setelah itu, barulah kita dapat melihat seberapa besar program tersebut dapat mempengaruhi pemirsa untuk menonton.

Analisislah acara tersebut lebih dari apa yang anda saksikan. Tidak  masalah apakah ini adalah hasil pekerjaan anda atau hasil program orang lain-kemudian jelaskanlah atas hasil dialog tersebut. Beberapa prinsip yang harus anda lakukan diantaranya:

·         Cobalah semampu anda untuk menyaksikan sesering mungkin hasil siaran anda dari cakupan sistem penyiaran yang luas.

·         Berikanlah perhatian lebih ketika anda melakukan wawancara, bagaimana setting cara kita melakukan wawancara. Bagaimana penggunaan bahasa yang kita lakukan tersebut, agar dapat menarik perhatian dari penonton dan si narasumber.

·         Perhatikanlah bentuk-bentuk daftar list pertanyaan yang telah kamu buat dan  dan alur-alur pertanyaan lainnya seiring berjalannya dialog.

·         Perhatikanlah bagan dari hasil pertanyaan anda, apakah pertanyaan anda tersebut terjawab sepenuhnya, jika tidak sesuai dengan pertanyaan atau hasil wawancara gagal, carilah opsi pertanyaan lain untuk mengklarifikasi pertanyaan sebelumnya.

·         Analisislah hasil dari dialog tersebut sebelumnya untuk mengetahui apakah siaran dialog tersebut rekaman atau tidak, apakah perlu sebuah editan. Hal ini untuk meminimalisir sebuah kesalahan-kesalahan dalam dialog.

·         Bagaimana pendapat anda terhadap hubungan atau kedekatan anda sebagai pewawancara dengan si narasumber? Apakah sopan atau tidak mengenakan? Apakah hubungan selama dialog berlangsung mengalami perubahan sebelum melakukan wawancara, hal ini untuk menetralisir hubungan antara penyiar dan si narasumber.

·         Apakah anda dengan narasumber anda berbicara dengan tegas? Apakah anda percaya terhadap apa yang mereka katakan? Mengapa? Atau apakah penampilan anda ketika mewawancarai narasumber stabil dengan sistem si narasumber yang terlalu menjelek-jelekan sesuatu hal?

·         Catatlah apakah narasumber yang telah kita ajak dialog sudah tepat dan sesuai dengan topik yang diangkat? Jika tidak siapa narasumber lain yang harus anda undang?

·         Buatlah batasan-batasan durasi selama anda melakukan wawancara, dan seberapa lama pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber. Hal ini untuk menghindari keterbatasan waktu serta agar dapat mengupas lebih jauh pertanyaan-pertanyaan efektif lainnya.

·         Jika penting, jabarkan hasil wawancara dan ikutilah hasil wawancara asli anda selama berbicara. Anda akan mendapatkan sebuah gambaran seberapa pentingnya tone of voice untuk memahami terhadap apa yang kita sampaikan, dan bagian kalimat mana yang perlu kamu intrepetasikan dalam sebuah percakapan.

Cakupan-cakupan seperti ini akan memberikan gambaran, bahwa diri anda giat dalam mempelajari sebuah proses siaran secara otodidak. Anda juga dapat melihat bagaimana jika anda adalah seorang penontot yang menyaksikan siaran tersebut, tentunya pendapat positif dan negatif keluar dari diri saudara terhadap siaran tersebut.

            Biasanya dari hasil analisis tersebut kita pasti mengetahui arah dan tujuan dari perbincangan tersebut, apakah sesuai dengan kaidah jurnalistik

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s