“Dasar Kampungan….” Apa yang salah ya….

kampungan“Dasar Kampungan…” kata-kata ini selalu muncul di saat terjadinya sebuah kekisruhan,perdebatan di kalangan masyarakat, ataupun di lingkungan anggota DPR. Kata kampungan…selalu menjadi kata ampuh untuk menyindir seseorang jika perilakunya tidak karuan dan tidak benar.

Apa sih yang salah dengan kampungan?

Kita kenal kata  kampungan dalam dua arti. Pertama, tidak mengenal tata krama perkotaan. Ibaratnya, seperti rusa masuk kampung, demikianlah orang kampung masuk kota. Namun, orang kota pun kalau masuk kampung tingkahnya sama saja dengan rusa itu. Dengan kata lain, kalau orang kampung perlu belajar pakai toilet versi kota,orang kota juga perlu belajar pakai WC versi kampung. Jadi, tidak ada yang perlu dibanggakan atau diremehkan oleh salah satu pihak. Kedua, kampungan berarti tidak tahu sopan santun, kasar, atau kurang ajar. Dari mana datangnya makna yang sangat menghina orang kampung itu? Tepat sekali.

Dari orang kota, tentu. Karena bahasa adalah kekuasaan, orang kota yang lebih dekat pusat kekuasaan mendapat hak istimewa mengembangkan makna kata dan menyusun kamus.  Jadi, istilah kampungan yang dipakai dengan nada merendahkan itu sungguh tidak adil buat orang kampung yang punya kebiasaan hidup berbeda dengan orang kota tapi yang tidak pernah kalah ramah, sabar, dan sopan itu.

Orang kasar kurang ajar tentu bukan hanya ada di kampung. Di kota dan di mana-mana pun, baik di pusat maupun di ujung dunia, tentu adaentri istilah kotaan dalam Kamus Besar Bahasa Kampung Edisi Kedua dengan tiga  arti. Pertama, tidak mengenal alam dan tindak-tanduk yang selaras dengan irama alami. Kedua, sombong, tak tahu diri, sok tahu. Ketiga, loyo tak berotot, kecuali jempol yang jempolan terlatih mengirim SMS.

Orang di kampung…justru lebih memiliki tata karma dan lebih santun. Mereka lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat untuk mencapai kesepakatan, bukan adu jotos-jotosan seperti yang dilakukan wakil rakyat kita itu.  Bahkan wakil rakyat ini khan berasal dari kampung? Mereka khan orang-orang yang dulu berkecimpung dulunya di desa, orang tuanya berasal dari kampong. Tapi setelah mereka pindah ke kota dan duduk di kursi wakil rakyat, wataknya berubah menjadi bringas. Padahal tuh..waktu di desa mereka tidak pernah berbuat seperti itu. Trus…ngapain disebut kampungan, aneh ndak? Apa yang salah dengan kampungan? Mungkin saja mereka sudah lupa apa yang telah diperoleh dari desa…mereka sekarang sudah menganggap bahwa desa adalah penyebab dari segalanya. Jadi jangan disalahkan warga di desa, karena tidak ada yang salah dengan mereka.

Mungkin istilah kampungan lebih cocok diganti menjadi “dasar warga perkotaan”

Kiranya sudah waktunya orang kampung yang selama ini tertindas berdemonstrasi, dengan ngotot dan riuh rendah, di halaman DPR menuntut dihapuskannya pemakaian istilah kampungan yang sangat melecehkan dan diskriminatif itu. Kalau dicuekin, serbu ke dalam ruang sidang, rebut mikrofon, dan cuap-cuap di depan kamera. Pasti tidak ada yang berani nyeletuk, “Seperti rusa masuk DPR.

gad02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s