[Mini DV JVC GR, Kenangan Tidak Terlupakan]

SEPENGGAL CERITA TRUE STORY—

“Memory dan kenangan kadang terlupakan…namun akan kembali teringat di saat album itu dibuka dan diperlihatkan kembali…..”

Kisah panjang dan sejarah yang belum tentu akan saya alami lagi akhirnya terekam sudah, dalam sebuah rekaman video yang membuat diriku terkenang kembali. Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa peristiwa tersebut dapat saya lihat kembali, meski tidak akan terulang kembali. Hasil liputan dari dokumentasi pribadi ini tentunya sangat berharga dan menjadi saksi sejarah sepanjang hidupku. Untung saja handycam yang saya gunakan memiliki kwalitas gambar yang memuaskan dengan harga minim.

Gempa Bumi 27 Mei 2006, peristiwa paling besar pernah kualami selama hidup ini, ribuan nyawa hilang dalam sekejap dalam waktu 2 menit. Peristiwa tersebut saya abadikan dengan menggunakan Handycam “mahal” yang telah lama saya gunakan, meski lecet  akibat terbentur lantai dengan keras akibat gempa, namun Handycam ini masih dapat saja gunakan, mungkin dengan jenis lainnya saya belum yakin peristiwa itu dapat terekam dengan benar dan sukses.

“untung aja, handycam ini masih hidup, kalau tidak moment ini tidak akan saya miliki lagi..” Ungkap saya ketika handycam itu ada di tangan saya. Baru saya menyadari bahwa memilih Handycam tidak hanya melihat dari harganya, namun kita juga harus melihat dari kwalitas dari barang tersebut, untuk para Jurnalis tentunya dengan dana terbatas, namun bukan berarti kita mendapatkan kwalitas murah khan.

PAGE BREAK:

Banyak handycam dengan kwalitas Megapixel yang tinggi dijual dengan harga murah, hal ini untuk menarik perhatian dari masyarakat untuk membelinya..Namun jangan terkecoh, awalnya kudu dilihat dulu jenis/ merk handycamnya. Biasanya merk lama dengan kwalitas Megapixel rendah, hasilnya memuaskan daripada kwalitas Megapixel tinggi dengan merk baru/ tidak terkenal, dengan promo gede-gedean. Mengapa demikian? Karena Merk-merk ternama seperti JVC-Sony-Canon dll sudah diprioritaskan dengan kemampuan kwalitas yang unggul.

LANJUT:

Handycam ini hampir setiap hari saya gunakan dengan durasi rekaman cukup lama, khawatir jikalau battery handycam ini jeblok akibat pemakaian setiap hari, ternyata tidak terjadi.  Situasi deru banyaknya debu…fuiih tidak membuat halangan untuk merekam dengan kwalitas gambar baik. Eh setelah di preview ternyata hasilnya memuaskan, smooth, clear walau lecet dikit..ndak apa-apalah asalkan masih bisa merekam tanpa kekurangan.

Hingga di menit terakhir (pada malam harinya) handycam itu masih melek dengan rekamannya, hampir 7 kaset saya habiskan untuk merekam semua peristiwa gempa, tentunya stok gambar untuk dimuat. Akhirnya lampu “red devil”  mulai hidup…itu artinya “low bat” itu juga artinya….masa-masa rekaman sejarah itu akan berakhir untuk sesaat. Namun dengan menekan tombol Off dan ON kembali, eeh ternyata handycamku kembali hidup walau si “red devil” hidup lagi ternyata masih mampu menyimpan power batt sekitar 10 menit, duh akhirnya memuaskan juga. Apalagi pada malam hari ternyata kwalitas gambarnya tidak mengecewakan, walau tidak menggunakan lampu. Pantesan handycam ini menggunakan format video ada tulisan F2 (format kwalitas gambar yang masih mampu menangkap gambar walau pada malam hari) atau kalau di handycam SONY memiliki kwalitas lensa Carl Zeis.

LETUSAN GUNUNG MERAPI:

Tidak disangka jenis handycam ini juga saksi sejarah bagi aku pada letusan gunung merapi. Dengan handycam yang simple, ringan di tangan, mudah dioperasionalkan…Handycam ini tidak memakan tempat untuk shooting di ruang sempit. Nah ini yang saya alami ketika memantau letusah gunung merapi melalui Udara, dengan menggunakan Helikopter latihan dengan kapasitas 1 kursi untuk dua orang. “untung aja pake handycam nih..kalau tidak aku ndak bisa ambil gambar secara leluasa” Tapi awalnya saya khawatir kwalitas gambar tidak jelas, pasalnya disusul cuaca kabut, gunung merapinya juga ditutupi awan tebal. Ternyata hasil gambarnya memuaskan, karena handycam ini mampu mempertajam secara otomatis kwalitas gambar. Dua kali saya pakai handycam ini memantau melalui udara mampu menangkap kwalitas gambar, dan mampu meredam kegoyangan dalam pengambilan gambar. Hmmm ternyata tanpa menggunakan tripod, bisa juga ya…

Hal paling mengejutkan lagi adalah, Handycam ini ternyata mampu mengambil gambar larva gunung merapi pada malam hari, walau tidak setajam dari handycam kwalitas 3CCD namun bagi para penghobby handycam dengan budget terbatas handycam ini tidak akan mengecewakan anda. 3 bulan di lereng gunung merapi, kerjanya shooting larva gunung merapi mlulu…ternyata menghasilkan kinerja yang enak, baik untuk tuntutan profesi maupun dokumentasi pribadi.  Tapi kudu pada tahu, untuk mengambil gambar bergerak pada malam hari itu, handycam ini harus menggunakan tripod untuk menghindari gambar goyang.

Kini tiga tahun sudah peristiwa itu telah saya lewati…namun kenangan itu tidak akan pernah terlupakan dan masih akan tetap teringat di dalam sebuah Handycam. Kapanpun peristiwa itu masih tetap saya lihat dengan ditemani secangkir teh atau kopi dengan santai di depan layar televisi.

Camcorder Mini DV JVC seri GR, ini sudah saya gunakan selama hampir 4 tahun dalam bertugas di bidang penyiaran maupun untuk dokumentasi pribadi. Padahal di saat kuliah handycam dengan harga 2,5jt sangat mahal bagi saya, namun dengan cicil mencicil…akhirnya handycam ini dapat saya miliki.  Handycam ini begitu mudah diperoleh di Alnect

jvc

“jangan sia-siakan kenangan itu hanya dikarenakan salah memilih…karena sebuah kenangan dan peristiwa sangat mahal harganya dan tak ternilai”

Alnect computer Blog Contest

One thought on “[Mini DV JVC GR, Kenangan Tidak Terlupakan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s