Waw, Sinetron Baru “Nazaruddin“

Kalau dibilang Nazaruddin ketahuan korupsi dan si A*** tidak, yang bener? Untuk mengetahui kebenaran ini sebenarnya tidak perlu menggunakan akal bulus, membayar pengacara mahal-mahal, sipak terjang sana sini. Seorang staff yang ketahuan melakukan korupsi, pasti akan dipecat oleh atasannya. Namun kalau tidak dipecat, artinya ada dua kemungkinan. Apakah pimpinannya yang bego masalah keuangan, atau si pimpinan dan si staff justru ikut bermain kucing-kucingan di balik pembukuan.

Namun kalau dibilang pimpinannnya tidak mengetahui adanya korupsi bawahannya dengan sekian milyar, itu sudah tidak masuk akal…siapa pun akan mengatakan demikian, jika begitu si pimpinan Bego. Kalaupun ketahuan, masa sih pimpinannya ndak ingin jatah, masa bawahannya dapat namun pimpinannya tidak. Milyaran lagi?

Duuuh, jangan munafik deeh… semua orang itu tahu, kalau yang sudah namanya duit dan hitungannya M-Man, semuanya akan menjadi buta dan tentunya asik-asik saja, asalkan tidak ketahuan.

Urusan seperti ini sudah hal yang tidak tabu lagi, yang lainnya minta jatah sana sini. Bagi dong, bagianku mana? Ntar urusannya lancar, ndak ada masalah.

Kalaupun ntar ketahuan itu masalah gampang.  Paling-paling cuma mengatakan “biarlah hukum yang menyelesaikan semuanya“ dan yang bertekak adalah antara yang sakit hati tidak dapat jatah atau kekurangan jatah preman.

Ini bukan masalah sulit, yang membuat sulit itu khan “silat lidah“nya. Mereka ini khan orang politik, yang memang diajarkan gimana untuk bersilat kata. Ujung-ujungnya muter sana-sini, kasus semakin tidak jelas, sewa pengacara sana sini.

Sebenarnya untuk memecahkan kasus ini, hanya butuh kejujuran. Namun kejujuran di kalangan hukum sudah sulit dan mahalnya bukan main kejujuran itu. Obatnya saja sudah kena virus, mau bagaimana mengobatinya? Bingung toh.

Ya kita lihat saja, ini hanya sebuah cuplikan sinetron episode pendek. Ntar hilang lagi kasusnya, paling-paling bertahan beberapa bulan, selebihnya nda tau kemana lagi nih kasusnya, tinggal menunggu babak baru lainnya.

Setelah Gayus Tambunan, Melinda Dee, Nazaruddin…ayo tinggal menunggu sinetron  lainnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s