Kekuatan Social Media Membangun Kesepakatan Bisnis

* The Power of Social Media for Creative Industry

“Biasanya social media hanya digunakan kalau tidak untuk branding, ataupun jualan. Namun social media yang saya gunakan ini adalah bagaimana menyatukan kedua belah pihak, untuk mencapai kesepakatan kerjasama antara kedua belah pihak”

This is the story

Ketar-ketir sih iya…penuh dengan ketakutan sih iya, takut melanggar hukum sih iya…pokoknya ‘katroknya’ aku menjadi PR Consultant baru kali ini terjadi. Padahal memang tidak terjadi apa-apa? Paling yang dikhawatirkan adalah, dampak social media yang kita lakukan bisa saja menimbulkan efek ‘negatif’. Mengapa…begini ceritanya.

Tahun 2011, adalah tahun perhelatan social media bagi saya. Pasalnya kegiatan social media yang saya lakukan ini adalah bertujuan untuk menjalin kesepakatan bisnis antara dua perusahaan raksasa yang sama-sama saling membutuhkan. Kedua perusahaan ini adalah pemain lama yang bergerak di bidang industri entertainment baik dari dalam dan luar negeri, yang telah memiliki banyak pelanggan untuk perusahaan ini.

Client saya ini adalah sebuah perusahaan home entertainment yang memproduksi sejumlah top program channel di dunia. Sebut saja seperti Star Movie, National Geographic, American Idol, Discovery Channel, HBO,  Fox Movies, MGM. Nah tentunya pasti tau dong industri seperti apa yang saya maksud.

Inti permasalahanya adalah, bahwa Home Entertaintment ini akan mencabut siarannya dari salah satu TV Kabel Misalnya Star Movies, National Geographics, Fox, Star World. Alhasil pelanggan TV Kabel tersebut tidak bisa lagi menonton siaran-siaran tersebut, terutama American Idol dan peminat film Gee. Kita sebagai konsultan diminta untuk menyebarkan informasi ini melalui social media, dan membangun opini publik agar pelanggan  TV Kabel tersebut merasa kecewa besar, dan berharap beralih ke tv kabel lainnya.  Tujuan seeding ini  adalah agar TV Kabel tersebut mau bekerja sama kembali dengan Home Entertaintment sesuai harga penawaran yang telah diberikan.  

Memasuki pertengahan tahun, Home Entertaintment ini memperbaharui harga paket yang mereka tawarkan ke Indonesia, dengan harga yang mungkin saja dianggap mahal oleh salah satu TV kabel ternama di Indonesia ini. Sementara untuk TV kabel lainnya sepertinya tidak ada masalah, walau levelnya dibawah mereka.

Ternyata harga yang ditawarkan ini sepertinya masih menjadi pertimbangan, hmm…memberatkan kali ya, sehingga mereka masih mikir-mikir dulu atau bisa jadi tidak mau menerima tawaran tersebut. Nah Home Entertainment ini maunya tetap mengejar target pemasaran ke Indonesia dan masuk ke semua jaringan tv kabel dengan harga yang baru.

“Masa siih sekelas TV Kabel terbesar di Indonesia, harga seperti ini saja tidak sanggup bayar?” mungkin ini kali mereka dalam hati.  Sehingga datanglah perwakilan Home Entertainment ke kita untuk meminta cara, gimana si TV kabel ini mau bernegosiasi dan menerima tawaran harga yang sudah ditawarkan.

Awalnya kita tidak mengetahui apa tujuan mereka memanggil kami. Namun kami sudah menyiapkan berbagai strategi untuk branding Home Entertainment ini…”ah paling itu tujuannya?”

Tapi…eeeh…diluar dugaan kita.

Dari hasil pertemuan, akhirnya bahasa pasarannya nih “Eh tolong doong..gimana nih, biar si tv kabel ini mau berlangganan siaran kita. Namun caranya make it  clearly, safety, confidential”

Dengan permintaan  mereka yang  make it  clearly, safety, confidential. Akhirnya kami berfikir, hmmm….Social Media adalah salah satu strategy yang tepat untuk menjalankan ini semua ini. Mengapa? Karena pengaruh social media di Indonesia cukup kuat.

Ketika kami menawarkan ini, akhirnya singkat kata deal deh, kami menjalankan strategy untuk social media ini.

Siapkan Peluru dan Strategy

Sebelum mengembangkan jaringan komunikasi di social media, ada beberapa rumusan yang harus dilakukan, agar komunikasi di social media dapat berjalan dengan baik.

Lingkup komunikasi sekilas seperti ini:

  • Pengembangan strategi komunikasi terpadu dan efektif untuk posisi Home Entertainment sebagai jaringan No. 1 satelit dan kabel di Indonesia dengan saluran terkemuka di genre yang berbeda.
  • Mengidentifikasi dan mengembangkan kata kunci peluang komunikasi dalam melakukan hubungan kemitraan antara stakeholder dan client secara positif.
  • Konseptualisasi kata kunci  terhadap program-program  Home Entertainment

Langkah awal ini merupakan sebuah langkah yang sangat matang harus dilakukan, apa sih yang harus dilakukan untuk menyusun strategi social media? Hmm caranya ada beberapa.

Pertama, mencari layanan social media yang pantas digunakan untuk kegiatan ini. Tidak banyak yang kami gunakan, namun kami memilih yang cukup efektif. Tentunya sudah pada bisa nebak nih, diantaranya adalah Facebook, twitter, dan salah satu tambahan adalah mini site. Selain itu kami menggunakan beberapa jejaring forum yang membahas berbagai bidang diantaranya: perfilman, tv kabel dan subscribers pengguna TV kabel. Nah yang tidak kalah penting, kami menggunakan kaskus.us

Steps 1: Facebook

Tentunya kita tidak melempar peluru masuk ke fanpage tv kabel tersebut, namun kami membangun ID berjaringan hingga 50 user facebook. Membuat 50 user ini tentunya tidak gampang dan membutuhkan waktu. Mengapa? Karena untuk mengaktifkan 1 user harus membutuhkan 1 nomor. Jika dikalikan 50, maka kami harus membeli sekitar 50 sim card untuk aktif.  Ok, kita aktifkan semua facebook user tersebut yang dimaintanance 5 orang dengan mengisi beragam foto-foto dan profil yang ada. Tentunya dilakukan secara privasi agar tidak semua orang bisa melihat siapa sih user ini.

 

What next, kita mulailah berdiskusi membahas tentang efek positif sebuah program acara home entertainment tersebut. Salah satunya adalah dengan membandingkan manfaat keunggulan program-programnya dengan siaran Indonesia, yang hanya mampu menyiarkan program sinetron..dan sinetron. Semua topik tersebut kita share di salah satu fanpage yang kini sudah tidak kita aktifkan lagi.

Dalam fanpage kita bicara banyak tentang program-program bermutu, hingga membuat beragam pooling, tentang pembawa acara adventure yang menarik, fotografer majalah X yang menarik, dan membahas seputar program acara home entertainment satu persatu di fanpage.

Sebut saja pecinta american idol, siapa sih bintang american idol yang kamu favoritkan, dan yang akan terelemininasi. Kita juga memberikan hadiah kepada anggota-anggota yang beruntung dalam mengikuti pooling yang kita buat. Hingga satu persatu user selain 50 tersebut bergabung dalam fanpage kita. Meski tidak signifikan, namun pertumbuhannya sudah bisa mewakili sekitar 3000 user yang masuk.

Demi untuk menjaring pembicaaan ini, salah satu user  mencoba untuk mengangkat tema dengan menyebutkan“benar ndak sih tayangan ini, ntar lagi ndak akan tayang lagi di siaran tv kabel ini?” “Whaat…hmm…” sentaklah dari beberapa penggemar salah satu acara tersebut ikut menyampaikan protesnya, dan berbagai subscriber yang berlangganan tv kabel tersebut mulai panik, karena mereka masih berlangganan tv kabel itu, dan bahkan ada juga yang baru berlangganan di tv kabel tersebut.

“Mau nonton apa kalau siarannya ditutup..hadooh” ungkap salah satu subscriber.

Ah isu kali? Hmm…kita mencoba mengangkat topik tersebut senatural banget, hingga tidak ada permainan dalam topik tersebut.

Bahkan sentilan topik tersebut, di mention di salah satu fanpage tv kabel itu. Lho itu bukan kita yang mention, melainkan user lainnya yang merasa tidak senang adanya informasi tersebut. Hingga akhirnya mention tersebut dibalas oleh tv kabel tersebut yang jawabnya ‘tentu tidak, itu hanya isu”

Fanpage ini juga kita gunakan sebagai media untuk menjaring para pecinta beberapa program siaran LN yang berada di Indonesia, tentunya pasti banyak doong. Sebut saja seperti Glee Series, Natgeo, Discovery Channel, American Idol.

Pengaruh ini cukup besar, hingga akhirnya 50 user ibarat ‘masuk kandang macan’ dengan ingin mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Steps: Ok Twitter       

Langkah ini sama seperti FB, kita menggunakan 50 sim card tersebut untuk membuat icon ‘palsu’ untuk dianggap aktif untuk ngtweet dan retweet. Sekali lagi nih…kita di sini lebih mengembangkan isu positif dan yang menarik dikonsumsi masyarakat deh.

Proses komunikasi di sini, kami meminta salah satu teman artis yang ketepatan tim kita, untuk mengkomunikasi all about home entertaintment programs.

Beberapa contoh positif leverage yang kita sebarkan diantaranya, sebut saja “Wow..barusan lihat Pulau Komodo Discovery Channel, Amazing pemandangannya”

“Tadi malam nonton American Idol di FOX, mudah-mudahan si A bisa masuk final”

“Suntuk di rumah, tidak ada kegiatan..eh tiba-tiba lihat budaya Indonesia di siaran FOX, melek deh akhirnya”….ect

“Thanks StarTV, brillian program, akhirnya memberikan inspirasi”

Hal-hal positif ini menghasilkan perbincangan positif di kalangan fansnya, hingga akhirnya mereka ingin melihat siaran tersebut di TV kabel ini.

Sambung menyambung cerita yang menarik di siaran tv kabel ini cukup menarik perhatian para followersnya dia. Eh…salah satu user kita mention di dia mengatakan seperti ini “tapi sayang ya Ri…kabarnya siaran ini sudah mau di stop di tv kabel ini”

Balas retweet “masa siiih..ah yang bener mau dihapus, aku sediih dong. Jangan ya”…

Kata-kata yang tidak terencana dan natural ini ternyata tidak diketahui dari semua followersnya dia, bahwa ini adalah skenario, bahkan diretweet pula para followersnya. Dengan mention “OMG…”…”jangan dung…yang bener?”….Lebay deh…ngapain juga siih matiin segala”

Ok..itu hanya kesimpulan singkat saja, bagaimana kami membangun sebuah komunikasi yang tepat sasaran dan natural, sehingga merasa ini tidak dibuat-dibuat oleh kami.

Steps: Hmm… Kaskus.Us

Dulu masih bernama Kaskus.Us, salah satu komunitas yang paling aktif dilakukan di social media. Lagi-lagi 50 user name ini dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang efektif di Kaskus.Us.

Biasanya topik yang diangkat di sini lebih banyak antara Pro dan Kontra, sehingga menimbulkan sedikit perdebatan antar kaskuser. Apa yang kita angkat di sini?

Tidak jauh beda dengan apa yang telah kami angkat topik di Facebook dan twitter. Lagi-lagi pooling, maupun topik menarik kami angkat untuk menarik perhatian para kaskuser mau bergabung dalam topik tersebut.

Untuk membuktikan kebenaran ini, beberapa hasil pembicaraan dari Fanpage, twitter di Crop dan di tag di Kaskus, untuk menunjukan adanya kebenaran informasi tersebut. Bahkan hasil diskusi dari kaskus tersebut juga di tag di fanpage TV kabel tersebut.

Meski tidak begitu berjalan mulus, banyak jua para kaskuser tidak begitu percaya akan isu tersebut. Kebanyakan menanggapi kasus tersebut dengan ‘woles’  ada juga yang menanggapinya sebagai ‘Hoax’, namun ada juga yang menanggapi kasus tersebut menjadi sesuatu yang penting, karena memang dianggap penting.

Begitu banyaknya hasil desakan dari para subscriber, maka banyak konsumen yang menghubungi call center tv kabel tersebut agar tidak memberhentikan program dari Home Entertainment tersebut, ada juga yang sekedar menanyakan kebenaran informasi itu.

Buzzing Strategy ini dilakukan sekitar 3 bulan lamanya. Kami hanya terdiri dari 4 tim berusaha bekerja semaksimal mungkin, untuk membangun efek komunikasi yang positif, dengan tujuan nih kedua perusahaan dapat mencapai kesepakatan bersama. Singkat kata, kedua perusahaan tersebut menjalin kerjasama dengan baik tanpa ada perubahan penawaran harga yang diberikan.

Micro Site!

http://www.kembalika****.com itu adalah mini site yang telah kami buat. Mini site ini isinya membahas sejumlah program menarik yang ada di home entertainment tersebut, serta update news. Di sini kami memasang semua widget Fanpage dan widget twitter, sehingga si pembaca mengetahui topik apa yang lagi hangat saat ini.

Nih perlu juga diketahui, bahwa setiap kami menjalankan misi ini, kami tidak pernah mengerjakannya di kantor ataupun di modem pribadi. Semua ini kami kerjakan di luar baik di café. Tujuannya adalah Cuma satu, agar IP link kami tidak kedeteksi dari provider manapun..hehehe… Jadi kalaupun ke detect, ya bukan punya kita melainkan punya orang lain?

Ini mungkin cerita singkat yang bisa saya ungkapkan tentang bagaimana membangun komunikasi yang positif untuk dapat menjalin sebuah kerjasama. Desakan dari social media serta perbincangan yang cukup alot selama 3 bulan lamanya ternyata mampu memberikan sebuah pengaruh besar kepada salah satu pihak.

Jadi dapat disimpulkan:

Siapa targeet kami:

  1. Masing-masing komunitas pecinta program acara Home Entertainment yang terkait
  2. Facebookers dan Twitteres, Kaskuser
  3. Masyarakat umum
  4. Subscriber tv kabel yang mengeluhkan adanya tayangan dan siaran yang mereka tonton

Bagaimana mendapatkannya:

  1. Membuat fanpage dengan puluhan user ‘aktif’
  2. Membuat id twitter dengan user ‘aktif’
  3. Mini Web
  4. Membuat id Kaskus.Us dengan user ‘aktif’
  5. Mencari para subscriber tv kabel tersebut melalui ‘mbah google’

Hasilnya apa:

  1. 1.      Merasakan bahwa memang benar siaran TV kabel banyak yang mendidik dan informatif daripada siaran di Indonesia
  2. 2.      Mulai memikirkan bahwa mereka sangat membutuhkan TV Kabel
  3. 3.      Akhirnya, mendesak tv kabel untuk tidak memberhentikan siaran TV Kabel tersebut
    1. Melalui comment di fanpage di tv kabel
    2. Call for Call Center
    3. @mention

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s