Selamatkan Mangrove untuk Ketersediaan Air Bersih Pulau Harapan

DSC_0227Perjalanan kami ke Pulau Seribu bukan merupakan perjalanan yang biasa, namun bagaimana ikut berpartisipasi mengobservasi kebutuhan air di pulau sekitar. Ndak banyak sih, dari sekian pulau kecil di Pulau Seribu, kami hanya fokus pada Pulau Harapan. Mengapa demikian? Karena Pulau ini salah satu pusat administrasi pemerintahan kepulauan Seribu, serta pulau yang memiliki metode pemanfaatan air laut menjadi sumber kebutuhan hidup masyarakat sekitar. Berada dan hidup di sebuah pulau di tengah laut, merupakan sebuah kehidupan yang memiliki tantangan luar biasa. Selain jalur transportasi hanya dilalui oleh perahu kapal, kebutuhan air bersih merupakan permasalahan utama yang harus dihadapi masyarakat sekitar.

Lalu, bagaimana masyarakat sekitar pantai ini
memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-harinya?

Ini kami….laut berikutnya, Juni tahun 2013 lalu tim jelajah gizi ikut berpartisipsi melakukan penanaman mangrove di pulau Harapan. Rencana ini bukan sebuah dadakan, namun sudah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya, karena besarnya harapan masyarakat sekitar akan air bersih, maka kami dan tim melihat secara langsung dan ikut melakukan penanaman mangrove di sekitar pulau. Belum lagi penanaman Mangrove yang baik dilakukan saat musim ombak tidak besar. Biasanya pada bulan Maret, Juni, Juli, September dan Oktober.

Taukah kamu, bahwa dahulunya mangrove sulit ditanamin di pulau ini dan hasilnya selalu gagal, karena wilayahnya sangat kecil yang hanya menghandalkan media pasir dan karang, dan tak ada lumpur, belum lagi minim hara dan tingginya arus laut serta kondisi laut yang dangkal yang membuat pertumbuhannya terhambat, akibat aktivitas masyarakat sekitar yang sering menangkap ikan dan menjaring karang.

Kebutuhan Mangrove sangat tinggi di tempat ini, bayangkan saja jika tidak ada Mangrove yang terjadi adalah abrasi, intrusi air laut dan angin dan tidak ditemukan air bersih, bahkan biota air laut tidak ditemukan karena tidak adanya tempat berlindung, bermain sampai berkembang biak.

Dulunya untuk mendapatkan air bersih di pulau ini, masyarakat harus antri menunggu antrian air untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan tak jarang sebagian masyarakat tidak mendapatkan jatah air bersih yang didadatangkan dari wilayah lain. Apalagi saat musim kemarau ini, warga akan semakin gigit jari demi mendapatkan air bersih.

DSC_0207Namun setelah kami melakukan observasi dan penanaman Mangrove di pulau ini, barulah kami mengetahui secara pasti mengapa Mangrove akhirnya bisa tumbuh di tempat ini. Caranya hanya sederhana, cukup dengan melakukan sistem rumpun berjarak. Ide ini katanya dilakukan secara swadana, swakarya dan swakarsa sebelumnya di Pulau Pramuka, yang tak jauh dari Pulau Harapan.

Kini kehadiran mangrove di pulau Harapan sudah masuk dalam program Ditjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan. Luar biasa! Bayangkan saja keberhasilan penanaman pohon mangrove di tempat ini tingkat keberhasilannya bisa mencapai 70-8- persen.

Awalnya masyarakat tak ada yang mau menanam Mangrove. Namun setelah mereka tahu ilmunya dan manfaat untuk kebutuhan air bersih dan sumber kehidupan, akhirnya masyarakat sekitar mulai mandiri. Bahkan masyarakat di sekitar pulau ini menanamnya dengan menggunakan pupuk. Tak heran, keberhasilan penanaman Mangrove di Kepulauan Seribu dijadikan model nasional penanaman Mangrove sistem rumpun berjarak oleh Pemerintah.

Kehadiran mangrove memberikan beberapa manfaat kebutuhan masyarakat sekitar, salah satunya dilakukan penanaman perumpun untuk memperkokoh dan menjerat lumpur, dan sebagai habitan kehidupan biota, jadinya nelayan ndak bisa tepar jaring sembarangan.DSC_0225

Tingginya kesadaran masyarakat melihat ekosistem Mangrove sangat berpengaruh pada kelanjutan usaha mata pencaharian nelayan. Karena jika bersih, semua biota laut datang ke sana karena menganggap Mangrove sebagai rumah, kehidupan dan berkembang biak atau mencari makan. Kerang dan kepiting nih sebagai buruan favorit para nelayan yang tentunya dapat menarik perhatian minat wisatawan.

Budidaya Mangrove di sepanjang pulau, mampu mendukung aktivitas pembangunan masyarakat sekitar. Seperti layanan sekolah, puskesmas, layanan pojok ASI, pos gizi, home stay dan warung makanan yang biasa disebut masyarakat sekitar “warung hidup”, dermaga, sekola, Kantor Urusan Agama, bangunan gazebo hasil pemberdayaan masyarakat kelurahan, penataan jalan lingkar pulau dan penyediaan instalasi pengolahan air bersih sistem RO. Apalagi mangrove dapat dijadikan sebagai cadangan sumber alam (bahan mentah) untuk dapat diolah menjadi komoditi perdagangan.

Pulau Harapan sebagai pusat pemerintahan kelurahan memiliki fasilitas penunjang dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya kantor lurah beserta rumah dinas lurah dan wakil lurah, puskesmas, dermaga, sekolah, Kantor Urusan Agama, bangunan gazebo hasil program pemberdayaan masyarakat kelurahan, penataan jalan lingkar pulau, penyediaan instalasi pengolah air bersih sistem RO dan lain sebagainya.

DSC_0238Kegiatan penanaman Mangrove yang kami lakukan merupakan sebuah kegiatan untuk dapat meningkatkan pentingnya air untuk dimanfaatkan masyarakat sekitar, yang tentunya berhubungan dengan peningkatkan gizi dan nutrisi setiap asupan makanan yang mereka konsumsi. Selain itu dengan adanyah sumber air bersih kehadiran mangrove dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga lingkungan, memberikan peranan dalam konservasi, dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan penduduk lokal.

Semoga, berkembangnya budidaya dan pemeliharaan Mangrove ini kehidupan dan ketersediaan air bersih di Pulau Harapan semakin meningkat yang tentunya dapat mensejahterahkan masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s