Melek Finansial Sejak Dini demi Masa Depan Anak yang Lebih Baik

C360_2014-08-15-17-28-54-974

“Sometimes, if you have financial restraints, it’s a benefit. It forces you to come up with a creative way” – Robert De Niro

This is my Boy! Namanya Michael Jeremiah Harianja. Usianya baru menjalani 2 bulan. Tapi, kecil-kecil begini dia sudah punya Asuransi lho? Luar biasa bukan! Asuransi yang dia miliki saat ini merupakan investasi untuk Pendidikan  dan Kesehatan. Mungkin ini asuransi yang tepat bagi kami untuk mengasuransikan si ‘Ucok’ masuk ke dalam produk Asuransi dan Investasi pendidikan sejak dini. Di usianya yang masih muda dan usia kami memasuki kepala tiga tentunya menjadi sebuah tantangan berat untuk memenuhi kebutuhan dia, terutama disaat usianya mencapai 18 tahun ke atas, Betul ndak?

Terbayang ndak, nanti di usianya mencapai 10 tahun ke atas, Michael sudah punya investasi lho, nantinya tabungan tersebut dapat digunakan untuk biaya pendidikan. Jika dihitung  hasil simulasi investasinya bisa mencapai sekitar 300 juta ketika dirinya memasuki usia 25 tahun. Pastinya usia kami sudah dianggap tidak produktif untuk memenuhi kebutuhan dana si kecil,  terutama saat dirinya sudah memasuki usia dewasa. Ketika memasuki usia sekitar 22 Tahun usia kami sudah mencapai sekitar 51 Tahun. Itupun jika semuanya dalam keadaan sehat tanpa masalah gangguan kesehatan yang serius kami hadapi.

Ketika usianya mencapai remaja, tantangan memenuhi  kebutuhan hidup akan semakin besar, terutama untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Untuk itulah, memasuki usianya yang masih berjalan 2 bulan, kami sudah memberikan edukasi pentingnya menabung saat ini demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Anggap aja setiap bulan kita ‘jajan’ yang nantinya akan akan terasa 10 tahun mendatang.

Belajarlah seperti pepatah “When you are young,  work to learn, not to earn” sebuah kata bijaksana untuk membuat kita sadar akan pentingnya finansial sejak dini.  Kami tidak akan tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari, yang kami tahu adalah, perlunya mempersiapkan dana pendidikan dan kehidupan yang layak bagi si anak dikemudian hari. Biaya pendidikan yang semakin tinggi setiap tahun tentunya harus merogok kantong lebih dalam lagi untuk biaya pendidikannya, jika kita tidak menabung mulai saat ini, kapan lagi? Lihat saja simulasi di bawah ini yang menunjukan besarnya biaya kebutuhan hidup hingga mencapai usia tua.

siklus-keuangan-dalam-kehidupan3

Dengan membuka investasi saat ini kami sudah dapat mebayangkan jika usianya mencapai 25 tahun, si anak sudah mendapatkan nilai investasi sekitar 300 juta rupiah. Apalagi di saat orang tua tiba-tiba mengalami cacat, pastinya akan mengalami kendala untuk memenuhi kebutuhan si anak. Nah, di investasi yang kami miliki ini semuanya sudah dijamin dengan baik, bahkan si anak akan mendapatkan jaminan dana yang dapat digunakan sebagai pengganti ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi investasi bagi si anak.

Investasi untuk pendidikan dan kesehatan sudah ada, apakah sudah mencukupi? Tentu tidak. Investasi ini hanya dapat dirasakan untuk jangka panjang. Jangan harap bisa menghasilkan hasil investasi bagus untuk jangka pendek. Jika ada yang menawarkan, artinya perusahaan tersebut patut untuk dicurigai, kecuali jika kita menanamkan investasi awal 100juta.

Investasi ini adalah salah satu usaha kecil yang kami lakukan di keluarga kecil dan sederhana untuk mengajarkan anak bagaimana melek financial di usia dini. Kelak dia akan mengetahui bahwa setiap usaha itu memiliki sebuah investasi yang perlu dijaga dan dikembangkan, untuk menghasilkan ‘keuntungan’ di masa depan.

Ketika anak kami mengetahui bahwa dirinya telah diasuransikan untuk kesehatan dan pendidikan, kami akan mengajarkannya bagaimana nantinya dia dapat belajar lebih menghargai uang, yang dimulai dari cara-cara sederhana. Hingga nantinya uang yang telah dikumpulkan akan bermanfaat ketika memasuki usia dewasa. Caranya adalah dengan menghinformasikan hasil akhir dari investasi tersebut. Misalnya “Nak, tau ndak kalau nanti kamu sudah besar/ dewasa, duit yang sudah kamu kumpul tersebut 5 tahun kemudian bisa mencapai jutaan rupiah lho, kamu nanti bisa beli apa saja kebutuhan priorita yang kamu inginkan”

Ok, yang di atas hanyalah sebagian langkah untuk mempersiapkan financial sejak dini. Langkah lainnya apa?

Bagi kami, langkah awal yang harus dilakukan adalah buka tabungan! Mengapa? karena tabungan ini kami anggap sebagai ‘gudang/ brankas’ untuk menyimpan sumber dana yang akan dimiliki si kecil. Buku Tabungan ini sebagai pelengkap media edukasi financial si anak, mulai dari membentuk karakter hingga aktivitas untuk menghasilkan duit. Belajar dari cara sedarhana ini akan dapat mengajarkan anak kami untuk melihat mana yang lebih prioritas dan mana yang tidak. Hal ini sangat perlu dilakukan agar anak kita dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Kebiasaan konsumtif masyarakat Indonesia seperti survey “Share of Wallet” 2013 dari Kadence International di bawah ini membuktikan, ternyata menyisihkan dana untuk pendidikan, kesehatan ataupun Asuransi sangat kecil sekali.

Kebutuhan sebagai prioritas harus ditanamkan bagi anak saat ini.  Hal ini akan dapat meminimalisir pengeluaran dan mengajarkan anak kami belajar untuk menghargai sebuah barang. Misalnya saja si anak akan lebih membutuhkan alat tulis untuk sekolahnya daripada mainan robot-robotan atau sepeda. Caranya, biasakan si anak ketika meminta sesuatu, si orang tua jangan mematahkan semangat si anak, atau mengatakan ‘tidak’. Tapi jadikan kebutuhan itu sebagai prioritas. Sebaiknya si anak diminta untuk menuliskan kebutuhan yang sangat diperlukan saat ini, sehingga si anak diajak untuk berfikir dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan yang dia inginkan. Alangkah lebih baik si anak diajak berdiskusi untuk mendahulukan hal-hal yang penting terlebih dahulu. Nah, apabila masih ada sisa , barulah ia dapat membeli mainan.

Kebiasaan ini akan mengajarkan si kecil untuk selalu menentukan target prioritas yang akan dia beli. Karena untuk mendapatkan sesuatu itu bukan free, melainkan menabung secara tekun hingga nantinya dia mampu membeli barang yang telah dia impikan. Tapi sebelumnya, ajak dulu si kecil untuk survey harga mainan tersebut, sehingga si kecil akan terlibat secara langsung mulai dari proses awal hingga akhir

anak3Apa lagi yang telah kami persiapkan? Ajarkan cara mengelola keuangan dengan baik dan sederhana. Nah sejak kuliah sampai sekarang, saya masih memiliki celengan duit receh yang telah saya kumpul sekian tahun. Walau tidak begitu besar, namun ini akan saya berikan ke anak saya untuk bertanggung jawab mengelola recehan ini. Unik bukan? Nanti koin-koin inilah yang akan dteruskan untuk menabung, setidaknya memberikan dia semangat untuk mengumpulkan duit. Jadi dana yang dia simpan tidak hanya di Bank, namun recehan ini dapat sebagai pengganti untuk membangun motivasi anak mengumpulkan duit. Kalau di Bank khan tidak kelihatan wujud duitnya, nah, koin inilah yang membuat dia agar semangat mengumpulkan duit. Nanti ketika sudah banyak, koin tersebut dapat disetorkan ke tabungan.

Adanya buku tabungan maka si anak dapat mengelola keuangannya sendiri. Perlu ada pemisahan untuk menentukan berapa jumlah dana untuk ditabung, dibelanjakan dan diamalkan. Kami biasanya selalu membuat sebuah icon/ simbol yang lucu untuk menandai mana yang perlu ditabung dan mana yang perlu dibelanjakan atau yang perlu disimpan di celengan.

Jika sudah memiliki tabungan, tentunya anak jangan dibiasakan menjadi konsumtif. Kita sebagai orang tua harus dapat memberikan contoh yang baik bagi si anak. Kalau boleh nih, hindari mengajak anak jika ingin belanja untuk keperluan pribadi. Beri pengertian bahwa barang yang kita beli juga memang diperlukan untuk di rumah.

Nah, trend yang sekarang ini sedang kami jalani adalah trend dunia online store. Kesempatan ini merupakan kesempatan luar biasa untuk mengajarkan anak tentang edukasi financial dari bisnis online store. Trend penjualan digital saat ini, membuka peluang besar bagi si kecil untuk belajar dagang dan lebih dewasa dalam menyusun strategi penjualan dan lebih kreatif dan terbiasa untuk berdagang. Beruntung kami memiliki usaha sampingan toko online yang sudah berjalan sekitar satu tahun. Nantinya anak kami dapat melanjutkan usaha ini setelah dia dewasa, pastinya mengerti menggunakan komputer.

anak 4
Dengan adanya toko online ini, siapapun dapat mengajarkan si anak untuk berdagang. Dulu, orang memiliki keterbatasan untuk berdagang, karena harus memiliki kios ataupun modal besar. Nah untuk usaha toko online ini, si kecil dapat membuka usaha tanpa harus terlebih dahulu membeli produk. Dia pasti akan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan usahanya tersebut.

Ide lain yang ingin kami terapkan yaitu anak bisa diajarkan trade in setiap barang yang ingin dia miliki yang bertujuan untuk tidak boros barang namun dapat menghasilkan duit. Tidak ada salahnya si kecil kami ajak untuk selalu trade in barang yang ingin dia miliki. Misalnya, jika ingin memiliki mainan baru, di dapat menjual terlebih dahulu mainannya yang lama ke saudara ataupun ke tetangganya. Seberapapun harganya, si anak berusaha untuk lebih bertanggung jawab memiliki sesuatu barang dari usahanya sendiri.  

Namun hal ini perlu disikapi dengan benar, trade ini tidak harus selalu menjual barang yang dimilikinya. Namun anak juga dapat kita ajarkan untuk saling memberi dan membantu antar sesama. Jika ada anak lain tidak memiliki barang seperti yang dimilikinya saat ini, maka kita dapat mengajarkan si kecil untuk dapat membantunya. Keberhasilan sebuah bisnis tidak harus melihat dari duit, namun bagaimana menanamkan rasa menolong dan kejujuran bagi si anak agar nantinya modal ataupun keuntungan yang dia miliki dapat menjadi berkah dan memberikan pahala yang besar bagi si anak.

Belajar menanamkan edukasi finansial bagi si anak, bukan hanya mengajarkan bagaimana sadar akan uang. Namun bagaimana mencoba menanamkan kebaikan dan kejujuran bagi si anak, agar kelak di usianya yang dewasa dia mampu menjalankan bisnis yang sehat.

Edukasi finasial sejak dini dapat menyeimbangkan karier dan keluarga, kesehatan, hingga perencanaan keuangan untuk masa depan kita yang lebih cerah, itulah yang disebut dengan Brighter Life.

logo_en_brighter_life big5

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s