Hindari Manipulasi Petugas Catat Meter dengan Prabayar

listrik-pintar-suluttodayPernahkah kamu memiliki pengalaman melihat tagihan listrik yang membengkak, sementara kamu merasa tidak pernah menggunakan listrik secara boros? Bisa jadi, hampir semua orang merasakan akan hal tersebut…. 

Atau, pernahkah kamu juga melakukan pengecekan secara berkala, apakah anda yakin bahwa pengukuran yang dilakuan oleh petugas pencatat meter (Cater), pasti rasanya sulit, karena kita tidak mengetahui letak titik posisi di saat meter dicatat secara pasti. Pernahkah kamu merasa, kog saya jarang atau justru tidak pernah ketemu petugas caternya ya? Tapi tagihan sudah datang…

Sebagai konsultan yang pernah menangani PLN selama sekian tahun, ternyata berdasarkan survey kepuasan pelanggan di salah satu PLN di Sumatera, perihal tersebut sering terjadi di kalangan masyarakat. Mungkin kondisi ini hampir dirasakan secara merata di sejumlah wilayah. Hal yang terjadi adalah komplain dimana-mana, ketidakakuratan pencatatan meter dianggap telah merugikan pelanggan. Sementara petugas pencatat meter kurang  memberikan sosialisasi terhadap penghitungan pencatatan meter yang benar bagi pelanggan.

Dikarenakan adanya ketidakakuratan pencatatan meter yang terjadi di PLN, dan tidak adanya kepastian yang jelas berapa sebenarnya jumlah meter yang dipakai oleh pelanggan maka ‘bias angka’ sering terjadi di setiap tagihan yang diberikan kepada pelanggan, dan sering dilakukan oleh sejumlah pihak pencatat meter bagi konsumennya.

Bagaimana bisa ‘bias angka’ meter bisa terjadi? Bisa jadi, praktenya seperti ini. Misalnya keluarga si A setiap bulannya melakukan pembayaran listrik dengan rata-rata 1 juta – 1.5 juta rupiah. Alhasil si A pun akan terbiasa menerima tagihan listrik tersebut setiap bulan. Nah karena keterbiasaan tersebut tak jarang catatan meter listrik tidak pernah melakukan kroscek secara benar. Yakin, cobalah rutin melakukan pengecekan apakah telah dicatat dengan benar?

Ternyata sering ditemukan kejanggalan, mengapa demikian? Karena rata-rata angka pembayaran yang sudah ditetapkan kepada pelanggan sebesar 1 juta – 1.5 juta rupiah itu, menyebabkan si petugas cater tak perluambil pusing mendatangi rumah si pelanggan setiap bulan. Mereka sudah hapal betul berapa rata-rata angka meter yang dipakai si pemilik rumah tersebut. Cukup sembari minum kopi di warung… praktek utak-atik angka meterpun bisa dilakukan. Maka tak jarang berdasarkan laporan hasil survey pendapat dari konsumen yang kami temukan, bahwa sering ditemukan petugas cater melakukan pencatatan meter di salah satu warung. Namun, sayangnya hal tersebut tidak terlalu dipermasalahkan si konsumen, karena jumlah pemakaian listrik yang mereka bayarkan setiap bulannya tidak pernah menyimpang dari angka rata-rata.

Mengapa praktek-praktek seperti ini sering terjadi? Hal ini disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah:

  1. Petugas cater yang selalu mendatangi rumah pelanggan, adalah petugas outsourcing yang bukan merupakan karyawan PLN. Sehingga kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Internal dapat menyebabkan layanan kepada pelanggan kurang memadai.
  2. Manajemen Billing sesuai jadwal pencatatan meter oleh petugas catat meter kurang sesuai.
  3. Jumlah petugas cater yang ditugaskan sangat terbatas, sehingga mereka kewalahan untuk melakukan survey ke masing-masing rumah pelanggan sesuai dengan target yang sudah ditentukan oleh pihak manajemen. Jika tidak mencapai target, maka mereka akan mendapatkan pinalti.
  4. Kurangnya product knowledge yang dimiliki masing-masing cater, sehingga komunikasi mengenai keluhan ataupun informasi lainnya kurang memadai.

Ini adalah sepenggal cerita yang harus diantisipasi dan dibenahi oleh PLN, untuk menghasilkan program “PLN Bersih” sebuah praktek program penyelenggaraan perusahaan yang bersih dari praktek KKN. Sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat.

Untuk mengatasi hal ini, PLN tidak tinggal diam, SALAH SATU perbaikan sistem manajemen dan proses bisnis yang dilakukan adalah pergantian meter listri yang jadul ke meter gaul prabayar. Sistem meter ini merupakan layanan baru dan sudah berjalan di sejumlah pemukiman, untuk memudahkan pelanggan mengendalikan pemakaian listrik sesuai kebutuhan pemakaian.

Perubahan ke meter prabayar merupakan sebuah inovasi agar transparansi dan pengawasan pemakaian listrik bagi pelanggan dapat lebih flexibel dan transparan. Sehingga akan mengurangi tingkat kesalahan (error) yang juga merugikan PLN maupun pelanggan. Selain itu, banyak keuntungan dalam penggunaan meteran ini, diantaranya kasus pencurian listrik dengan cara mengutak-atik segel, sehingga mempengaruhi alat pembatas dan pengukur listrik.

Program Listrik Prabayar merupakan suatu program yang ditawarkan PLN kepada pelanggannya agar dapat mengendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan dan bagi pelanggan pasang baru maupun yang migrasi dari pasca bayar dapat dengan mudah mengajukan pemasangan listrik prabayar cukup dengan menghubungi kantor pelayanan PLN terdekat, melengkapi surat-surat permohonan, dan jika hasil survey lokasi tidak ada masalah, maka dengan segera PLN dapat melakukan pemasangan.

Jadi, alangkah lebih baiknya penggunaan meter prabayar ini dapat diterapkan lebih besar lagi di sejumlah perumahan. Jadi tidak ada nakal-nakalan dari sisi petugas, dan tidak ada nakal-nakalan tunggakan listrik. Karena pasalnya pengisian listrik model digital, sama dengan model pengisian pulsa. Jika listrik dipakai, berarti pulsa meter semakin berkurang. Jika tidak dipakai, ya tidak akan berkurang sama sekali. Jadi semua tergantung dari pemakaian si pengguna listrik. Jadi, prabayar ini akan memudahkan si pelanggan memantau pemakaian listrik setiap saatnya.

Apa lagi? Pelanggan juga dapat menggunakan listrik sesuai rencana anggaran belanja. Saat ini pembelian voucher listrik bisa dilakukan sesukamu tanpa batas, cukup dengan nilai minimal 20 ribu kita sudah bisa membeli voucher listrik baik di counter HP maupun ATM. Jadi dari isi suka-suka voucher belanja listrik kita, si pelanggan dapat menikmati keakuratan pencatatan meter listrik tanpa adanya bayang-bayang catatan meter yang tidak jelas yang terjadi di sejumlah wilayah.

Voucher listrik ini ibarat seperti pemakaian pulsa telepon. Pelanggan dapat berhemat dalam konsumsi listrik. Jika kita tidak melakukan pemakaian listrik, maka jumlah pemakaian listrik tidak berkurang. Kalau sebulan tidak menggunakan listrik, ya sebulan kita tidak mengisi pulsa listrik. Jika di rumah listrik hanya sering digunakan pada malam hari, pasti tambah irit.

Pembelian voucherpun cukup gampang, dengan adanya program kemudahaan yang diberikan kepada pelanggan, saat ini pelanggan dapat melakukan pembelian voucher listrik yaitu  kWh (listrik) dapat dilakukan di payment point dan jaringan ATM yang luas, dan beberapa pembelian vocher pulsa.

Nah, masih berfikir bahwa program prabayar sulit dan merugikan? Semua tergantung dari masing-masing pemakaian oleh individu. Jikalau kita boros melakukan pembayaran, maka listrik yang kita pakai akan cepat habis, seperti pemakaian pulsa telepon. Lebih baik demikian, daripada kamu harus terus dibohongi oleh petugas catat meter setiap bulannya? Mau pilih yang mana.

Semoga blog ini mampu memberikan gambaran kepada masyarakat, bahwa pembenahan yang dilakukan oleh PLN akan terus dilakukan. Terlepas dari upaya PLN untuk mengatasi krisis listrik, dan pemadaman listrik yang sering terjadi di beberapa wilayah. Tentu hal ini akan terus diperbaiki oleh PLN.

* Mohon di comment ya, sebagai tujuan untuk dapat memajukan PLN lebih baik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s