Tuhan Sayang Kamu, Intan Olivia

“Ibu, sekarang aku sudah dua setengah tahun, mungkin sudah saat nya di waktu yang cepat ini Tuhan dan Malaikat mengajak aku pergi. Ibu aku sekarang sudah bersukacita saat Tuhan memberikan jalan dan duduk di samping-Nya”.

Ibu…Ayah, maafkan anakmu ketika aku merasa kesakitan ketika takut akan mati, namun Tuhan berkehendak lain, karena Tuhan ingin menyembuhkanku.

Ibu, terima kasih engkau seorang malaikat di bumi ini,  Ayah terima kasih telah menjadi pelindung di saat aku hidup. Aku belajar banyak darimu, ibu begitu baik dan lembut dan begitu baik. Ibu selalu tersenyum saat melihatku.

Ibu dan Ayah mengajariku mencintai Tuhan tanpa syarat, mengajarkan aku untuk bisa mengenal Tuhan. Kini aku sudah siap menghadap-Nya Ibu.

Kau mengajariku mencintai tanpa syarat. Dan bagaimana kamu mengajarkan aku lebih baik dari semua yang aku lakukan untuk Tuhan. Kau berikan semuanya untuk keluarga dan Tuhan, bahkan kau lupa untuk kebutuhanmu sendiri.

Ibu, Intan pergi. Aku akan kangen akan sendau guraumu, dan semua yang menyenangkan untuk yang pernah ibu berikan kepadaku. Maafkan Ibu, Intan tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepadamu, karena aku tidak bisa menahan rasa sakit ini,  Aku mencintaimu Ibu sampai kita bertemu kembali Ibu

Senyummu membuat hati sejuk, kepolosanmu membuat hati selalu tenang. Kepergianmu memberikan kabar menjadi saksi tentang sang pemberi hidup. Ketika tangan ini hendak menulis, tetesan air mata selalu mengalir di depan foto senyum manismu.

Engkau bidadari kecil, engkau yang memberikan harapan hidup dan kedamaian di setiap mata umat manusia, engkau yang selalu memberikan harapan hidup bagi setiap orang yang sayang bagi anak-anak Tuhan. Engkau yang pergi akibat keegoisan manusia yang serakah akan kebenaran, engkau rela menerima kesakitan dan derita yang cukup besar.

Bayangan kasih yang tulus, engkau pergi bersama matahari di pagi hari. Bumipun bersedih dengan segala ketulusan dan penuh kesunyian nyanyian kudus.

Tatkala raga ini penuh akan dosa-dosa, engkau pergi meninggalkan orang yang mengasihimu. Kepergiannya mengingatkan kami akan kehadirat-Mu. Mata hati yang buta tidak akan mampu melihat arti kepergiannya, dan tidak akan bisa mengenal akan nama-Mu.

Ketika engkau pergi, jejak dan senyum engkau berikan kepada semua orang. Kedamaian dan ketenangan engkau. dirimu lebih pantas menikmati surga ketimbang mereka. Orang orang yang tiap hari menenteng kitab suci untuk menghakimi orang lain dan menyebar kebencian.

“Kami tahu, tak ada yang dapat kami lakukan untuk membalas mereka, sebab kami diajarkan untuk berbuat kasih”

Engkau pergi, ketika berada di rumah Tuhan. Kepergianmu merupakan kepergian suci, kepergian diantara api yang dibaluti perlindungan kesucian dari Tuhan. Kepergianmu sangat mulia, ketika engkau menghadap Bapa di Surga, kepergianmu sangat mulia ketika orang-orang mendoakanmu dengan seksama tanpa kenal siapa mereka. Kepergianmu mulia, untuk bisa semakin membangkitkan kedamaian diantara keresahaan. Kepergianmu damai, diantara rasa sakit yang kamu terima dan keluarga. Di saat kesakitan yang kamu terima, engkau masih tetap menyatukan tangan dalam doa. Engkau masih tetap berpegang teguh akan Tuhan. Tuhan sangat sayang kepadamu.

 

Selamat jalan adik kami Intan Olivia. Titip salam buat Tuhan…

Roma 12:17-21

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!


Tulisan ini kami persembahkan buat keluarga yang ditinggal, kami sekeluarga mendoakan keluarga agar tetap berpegang teguh akan Kasih. Yakin dan percayalah, Intan sudah berada disebelah Tuhan dengan penuh sukacita.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s